MENANAMKAN NILAI BUDAYA DAN KARAKTER MELALUI PERTUNJUKAN SENDRATARI RAMAYANA

Jumat, 6 Februari 2026 SMPN 2 Yogyakarta pada malam hari penuh dengan nuansa budaya, siswa kelas VII berkesempatan menikmati pertunjukan Sendratari Ramayana di Purawisata. Pertunjukan Sendratari Ramayana menjadi salah satu daya Tarik wisata di Yogyakarta. Sendratari Ramayana mengisahkan tentang cinta sejati Rama dan Shinta yang diiringi alunan musik gamelan menjadi lebih meriah.

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari program pembelajaran Seni Budaya, khususnya materi tari sekaligus sebagai upaya mengenalkan kekayaan seni tradisional Indonesia secara langsung kepada siswa-siswi SMPN 2 Yogyakarta. Selain mengenalkan kekayaan seni tradisinal Indonesia, kegiatan ini juga menanamkan nilai nilai budaya Indonesia dan mengintegrasikan nilai budaya dalam Pendidikan berbasis budaya.

SMPN 2 Yogyakarta memberikan pengalaman menarik bagi siswa-siswi kelas VII. Bagaimana tidak, pertunjukan Sendratari Ramayana selama pertunjukan berlangsung, siswa tidak hanya menyaksikan cerita Ramayana yang disampaikan melalui Gerak tari, tetapi juga belajar memahami irama musik pengiring, ekspresi penari, serta unsur-unsur seni rupa seperti tata busana, tata rias, dan properti panggung.

Melalui Taraksaka slogan The School of Leader, pertunjukan Sendratari Ramayana memberikan pengalaman dan mencerminkan komitmen sekolah dalam membentuk siswa-siswi SMPN 2 Yogyakarta yang berkarakter, berbudaya, bertanggung jawab, serta memiliki jiwa kepemimpinan Pengalaman ini diharapkan dapat memperdalam pemahaman mereka tentang tari tradisional sekaligus menumbuhkan apresiasi terhadap seni budaya Nusantara. Banyak siswa terlihat antusias mengikuti alur cerita dan mengamati detail setiap adegan dengan penuh perhatian.

Pertunjukan sendratari berpotensi menanamkan nilai Pendidikan karakter dalam upaya siswa dapat menjadi seseorang yang percaya diri dan penuh rasa tanggungjawab. Kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran kontekstual yang menghubungkan teori dengan praktik nyata di lapangan. Melalui pengamatan langsung, siswa dapat mengaitkan materi yang telah dipelajari di kelas dengan pertunjukan profesional, sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna dan berkesan.

Guru Seni Budaya juga memanfaatkan momen ini untuk berdiskusi singkat dengan siswa mengenai makna gerak, pola lantai, dan peran musik dalam tari. Acara ini tidak hanya melibatkan siswa dan guru, tetapi juga dihadiri oleh Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan, wali kelas 7, serta sebagian orang tua siswa yang turut mendampingi dan menikmati pertunjukan. Kehadiran berbagai pihak tersebut menunjukkan dukungan terhadap pengembangan karakter dan wawasan budaya peserta didik melalui kegiatan di luar kelas. Melalui pengalaman menonton Sendratari Ramayana ini, diharapkan siswa semakin mencintai seni budaya Indonesia dan termotivasi untuk belajar lebih dalam tentang tari tradisional. Selain itu, sekolah juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, semoga program ini bisa menjadi program tahunan SMP Negeri 2 Yogyakarta.